dari kamus besar bahasa indonesia dalam jaringan:
idi·om konstruksi yg maknanya tidak sama dng gabungan makna unsurnya, msl kambing hitam dl kalimat dl peristiwa itu hansip menjadi kambing hitam, padahal mereka tidak tahu apa-apa
agi·ta·tif a bersifat agitasi (tt tulisan, pidato, dsb); bersifat menghasut
Roy Suryo: Ada Korelasi Hacker, Cracker, dan Blogger:
“Disadari atau tidak oleh mereka, penggunaan idiom agitatif ‘jangan kutip…’ saat mendeface situs Depkominfo kemarin makin menunjukkan ada relasi hacker, cracker, dan (sebagian) blogger,” kata Roy Suryo dalam pesan singkatnya kepada okezone, Rabu (16/4/2008).
relasi hacker, cracker dan (sebagian) blogger? ya, relasi yang hanya ada di celotehan beliau. bagaimana kalau kalimatnya seperti ini:
“Disadari atau tidak oleh mereka, penggunaan bahasa Indonesia saat mendeface situs Depkominfo kemarin makin menunjukkan ada relasi saya, anda, dan (sebagian) rakyat Indonesia,” kata Roy Suryo dalam pesan singkatnya kepada okezone, Rabu (16/4/2008).
tapi tentunya pembaca bisa menilai sendiri apa sebenarnya yang terjadi. saya lebih fokus ke penggunaan kata “idiom”, yang digabungkan dengan kata “agitatif”. idiom itu sudah sangat khusus digunakan untuk konstruksi yang arti seluruhnya sudah tidak sama dengan arti unsurnya, seperti contoh dalam kamus besar tadi adalah kambing hitam, artinya bukan binatang kambing yang berwarna hitam, tapi pihak yang disalahkan atas terjadinya sesuatu. jadi kalau “jangan kutip” itu dianggap idiom, jelas salah, karena makna keseluruhannya masih sama dengan arti unsurnya.
kalau memang mau mengacu ke “jangan kutip”, lebih cocok jika menggunakan kata moto. dari kamus besar daring:
mo·to n 1 kalimat, frasa, atau kata yg digunakan sbg semboyan, pedoman, atau prinsip spt “berani karena benar”
dan memang, “jangan kutip roy suryo” itu bukan idiom, tapi sebuah moto alias semboyan.
nah, bagaimana dengan frasa “idiom agitatif”? sepertinya yang beliau maksud adalah moto atau semboyan yang bersifat menghasut, yang sudah dijelaskan di atas. yang menarik adalah penggunaan kata “agitatif”. sekarang coba pembaca nilai sendiri, apakah kata-kata di bawah ini menghasut atau tidak:
“Saya Insya Allah tidak terpengaruh dengan provokasi tersebut dan tetap terus berjuang memajukan Indonesia melalui TI, sekaligus mempersilahkan media menilai semuanya,” ujarnya. (mbs)
media menilai semuanya. kalau dirunut ke belakang, media juga yang menobatkan beliau menjadi pakar telematika. mengapa beliau masih dikutip juga? nanti dituduh salah kutip lho.