Skip navigation

Monthly Archives: Januari 2010

pertama, mari kita cerahkan dulu apa yang sebenarnya dibicarakan.

ini rekaman dari RCTI:

ini rekaman dari metroTV:

sayang yang dari metrotv tidak lengkap rekamannya (ada yang bisa menyediakan rekaman lengkapnya?). tapi jelas terlihat bahwa ruby menunjukkan bagian ATM mana saja yang perlu diwaspadai, seperti mulut ATM dan kemungkinan peletakan spycam. dari sudut pandang saya, yang ruby lakukan adalah peningkatan kewaspadaan publik tentang kemungkinan sebuah ATM dipasangi oleh alat skimmer.

sayang saya sebenarnya sudah malas nonton TV, jadi tidak tahu apakah ada lagi acara lain yang menayangkan lebih jauh atau lebih detil lagi.

cuma dulu di waktu saya kebetulan lagi di depan TV, saya pernah melihat sebuah acara investigasi pemalsuan minyak kayu putih. di acara tersebut diperlihatkan langsung para pelakunya (dengan muka disamarkan tentunya). modus operandinya dibeberkan mulai dari pengumpulan botol bekas, cara mengoplos minyak kayu putih, cara menyegel kembali botol plastiknya, dan lengkap sampai bagaimana mereka mendistribusikan ke warung-warung kecil di pinggiran kota dan pedesaan. akhir acara diperlihatkan efek dari penggunaan minyak kayu putih palsu ini: kulit akan mengalami reaksi seperti alergi, memerah dan gatal-gatal. juga dijelaskan salah satu cara mendeteksi sebelum mengoleskannya adalah dengan mengocok botol dengan keras; jika busa yang timbul lama hilangnya, kemungkinan besar itu minyak kayu putih yang palsu. saya pernah mengobrolkan hal ini di koperasi kantor, dan ternyata ibu penunggu koperasi pernah mengalaminya sendiri, mengoleskan minyak kayu putih ke anaknya, tapi malah kulit anaknya jadi merah dan gatal-gatal.

cerita di atas tentu bisa dipandang sebagai:

  1. mengedukasi masyarakat umum agar berhati-hati terhadap minyak kayu putih yang harganya terlalu murah, menimbulkan gatal-gatal jika dioles, atau jika dikocok busanya sukar hilang, ATAU;
  2. acara tersebut merupakan pendidikan gratis tentang bagaimana cara menghasilkan uang dengan cara mengoplos minyak kayu putih.

 
saya sih cenderung ke no 1 ya.

namun sayangnya, merujuk ke Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) & Standar Program Siaran (SPS):

Bagian Kelima
Pelarangan Pemberitaan Kekerasan dan Kejahatan
Pasal 29

Pemberitaan kekerasan dan kejahatan dilarang sebagai berikut:

a. menyajikan rekonstruksi yang memperlihatkan secara rinci modus dan cara-cara pembuatan alat kejahatan atau langkah-langkah operasional aksi kejahatan;

memang sebenarnya acara yang menayangkan proses pemalsuan minyak kayu putih tersebut melanggar aturan di atas. cuma, untuk kasus ruby, bisa diperdebatkan di masalah apakah rinci atau tidak, namun bagi saya, memandang kasus ruby atau bahkan minyak kayu putih tadi adalah untuk mendidik para penjahat (howto buat penjahat) adalah pandangan yang salah, seperti beda pandangan antara half empty vs half full.

cuma ada yang pernah bilang, melihat sebuah persoalan itu jangan hanya sebagian, sekarang mari kita coba lihat secara keseluruhan.

kasus ini diawali oleh tindakan roy suryo mengirimkan SMS baik ke wartawan maupun ke polisi. bisa kita lihat RS punya vested interest di sini; di berbagai sidang pengadilan yang memanggil baik RS maupun ruby sebagai saksi ahli, kesaksian RS (yang memang lebih penuh nuansa pendapat pribadi ketimbang penjelasan teknis) sering dibantah secara teknis oleh ruby. di sini bisa dilihat dengan jelas bahwa RS punya motif untuk menjelekkan ruby. bahkan dalam SMS-nya, RS berani bilang dia tidak tahu apakah ruby itu ahli atau tidak, sementara mereka berdua sudah berulang kali dipanggil dalam persidangan.

berikutnya, rekam jejak dari RS sendiri di berbagai media bahkan lebih vulgar ketimbang ruby: memperlihatkan foto-foto cabul, mempermalukan orang lain karena kesimpulan foto cabulnya yang salah (ingat kasus foto topless artika yang ternyata itu adalah foto kontes bencong thailand)? yup, RS menyatakan itu foto asli artika. jadi apa yang dikeluhkan oleh RS tentang perbuatan ruby yang baru sekali melakukannya, sudah dilakukan berulang-kali oleh RS sendiri. apalagi itu jelas dilarang dalam Pedoman Perilaku Penyiaran sendiri di Pasal 29 ayat d:

d. menyajikan materi pemberitaan yang dalam proses produksinya diketahui mengandung muatan rekayasa yang mencemarkan nama baik dan membahayakan objek pemberitaan;

saya sendiri langsung melihat ini hanyalah daya upaya dari RS untuk menjatuhkan citra ruby. dan sayangnya seorang kadiv humas polri, edward aritonang malah mendukung upaya RS ini dengan melaporkan ruby ke KPI, diiringi ancaman halus kalau memang dari KPI terbukti tayangan tersebut melanggar Pedoman Penyiaran, polisi bisa menindak-lanjuti ke kasus pidana. di siaran radio elshinta yang saya dengarkan pagi ini, edward menyatakan bahwa tayangan ruby membuat para penjahat segera mencabut alat skimmer-nya dari ATM untuk menghilangkan barang bukti. saya tidak tahu apakah ini murni pernyataan pribadi dari edward, ataukan pernyataan yang mewakili mabes polri selaku kapasitasnya sebagai kadiv humas, karena modus operandi para skimmer ATM itu adalah memasang alat skimmer-nya hanya dalam hitungan jam, untuk menghindari alat tersebut dipergoki oleh petugas yang hendak mengisi uang tunai ke mesin ATM misalnya. jadi tidak masuk akal mengajukan alasan tayangan ruby ini akan membuat penjahat menghilangkan barang bukti dari ATM.

edward sendiri menambahkan bahwa edukasi ke publik memang diperlukan, namun harus menjaga bagian-bagian yang detail tidak perlu ditayangkan. beliau memberi contoh himbauan dari polri: ketika masuk ke ATM agar waspada dan memperhatikan adanya benda yang mencurigakan di ATM. apakah himbauan ini cukup membantu? saya pribadi jelas-jelas menyatakan tidak. bagaimana kita tahu apa yang mencurigakan di ATM jika kita tidak diberitahu apa yang harus diperhatikan, seperti yang sudah ditunjukkan caranya oleh ruby?

belum lagi kenyataan bahwa pihak nasabah sebenarnya dalam posisi yang lemah ketika berhadapan dengan bank. belum ada UU dan peraturan yang melindungi proses transfer dana, jadi nasabah benar-benar tergantung pada belas kasihan dari pihak bank. namun karena ternyata banyak nasabah yang menjadi korban, dari berita radio hari jumat kemarin saya dengar kerugian telah mencapai 5 milyar rupiah dari 200 nasabah dari 1 bank, bank tentu saja memilih solusi yang paling murah: menggantikan uang nasabah yang hilang, ketimbang harus mengalami bank rush karena kehilangan kepercayaan dari nasabah yang lain, atau mengganti sistem kartu magnetik ATM ke sistem smart card, yang tentunya akan menelan biaya yang jauh lebih besar lagi. salah satu alasan yang diajukan oleh pihak bank dalam siaran radio hari jumat itu adalah di negara lain masih banyak yang menerapkan sistem kartu magnetik, sehingga dikhawatirkan sistemnya tidak akan kompatibel.

lalu siapa sebenarnya yang harus bertanggung-jawab? seperti di tulisan sebelumnya, seharusnya pihak bank yang melakukan edukasi terhadap nasabah, untuk menjaga kemungkinan pencurian data dan PIN dari ATM yang sudah terpasang alat skimmer. namun kenyataannya, justru ruby yang tampil dan mengedukasi masyarakat umum mengenai hal ini. dan seperti kata erlangga masdiana, kriminolog dari universitas indonesia, justru pihak polri dan perbankan yang seharusnya berterima kasih kepada ruby atas tayangan mengenai skimmer ATM, dan bukannya malah melakukan tindakan kontra-produktif seperti mempermasalahkan tayangan ini dan malah melaporkannya ke KPI.

di bawah ini adalah tulisan rony lantip, aslinya ada di FB, saya salin seijin beliau bagi yang tidak punya account FB.

Alkisah sebuah hikayat, sebuah negri dalam alur perjalanan dunia niaganya, entah karena dibuat sedemikian rupa atau karena faktor tidak sengaja, semua produk menggunakan tipe gembok yang sama.

Tidak ada yang merasa terganggu dengan hal ini. Gembok pintu, gembok almari, gembok brankas, gembok pagar, semua tipenya sama. Tipe F. Gembok yang kuncinya berupa alur-alur yang tertata rapi, dengan sedikit variasi lekukan di tiap kunci.

Lalu terjadilah, sebuah kota kemalingan. Kunci pagar, kunci rumah, kunci almari, kunci brankas, semua terbuka tanpa ada yang tahu siapa yang membukanya. Barang-barang hilang dalam hitungan jam. Gemparlah penduduk negeri itu. Rasa was-was melanda semua orang, kapan tiba waktunya, gembok mereka yang akan dibobol.

Polisi selalu mencari melalui kedekatan orang dalam, mengingat gembok itu tidak rusak. Ini prosedur standar, sudah sewajarnya. Kecurigaan muncul di antara sesama, adakah yang menduplikat kunci tanpa mereka sadari?

Terkuaknya Kelemahan sang Gembok

Di sebuah media, akhirnya muncullah seorang tokoh yang selama ini kurang begitu dikenal publik. Dia ahli kunci dan gembok, juga metode pengamanan rumah. Dia tampil ke muka menyampaikan kelemahan-kelemahan gembok.

Ternyatalah bahwa gembok Tipe F adalah gembok yang sangat mudah untuk dibobol. Dia perlihatkan kepada khalayak bagaimana caranya gembok tipe F dibobol tanpa harus terlebih dulu mencuri kunci aslinya lalu menduplikatnya.

Tak lama kemudian, seorang yang kita sebut namanya saja sebagai sipandir, yang selama ini dikenal dekat dengan dunia gosip ibu-ibu, menebar kabar ke para kuli tinta. “Orang itu telah melanggar etika. Dia mengajari orang untuk membobol gembok”, demikian ungkapan kabar yang disebarnya.

Gelisah lagilah penduduk negeri. Ngeri jika rumahnya, barang kekayaannya, habis ludes dibawa pergi oleh maling-maling baru. Tetapi, nanti dulu.

Memangnya penduduk negeri ini isinya maling melulu? Ah tampaknya para penduduk negeri ini tidak paham maksud sipandir. Sipandir tak lebih hanya menunjukkan kepongahan dan kebangsawanannya (ya, dia masih bangsawan, sedarah dengan pemerkosa sum kuning). Sipandir memandang rendah semua penduduk negeri ini, menganggap bahwa semua penduduk ini berpotensi mencuri. Ini penghinaan.

Produsen pintulah yang harus bertanggungjawab

Wahai penduduk negeri antah berantah, ketahuilah. Bahwasanya bukan kesalahan kalian ketika mendapatkan gembok tipe F pada semua produk yang kalian pakai. Sama sekali bukan.

Selayaknya kalian bersyukur bahwasanya ada orang yang menunjukkan kesalahan gembok itu, memperagakan betapa mudahnya (ya, betapa mudahnya!) pembobolan gembok itu. Tanpa peragaan itu, tentunya kalian masih menganggap bahwa itu adalah ilmu tingkat tinggi. Kadigdayaan dug deng tanpa tanding. Yang kemudian kalian hanya bisa pasrah bila sewaktu-waktu tiba saatnya pintu-pintu kalian yang terbuka, harta-harta kalian habis ludes.

Si ahli gembok dan kunci serta pengamanan rumah itu telah menunjukkan, ada yang salah pada produsen pintu-pintu. Tuntutlah mereka. Minta mereka mengganti gembok dan kunci dengan yang lebih baik.

Bukankah kalian sudah menyerahkan kepercayaan kalian kepada para produsen pintu itu? Bukankah kalian sudah menandatangani nota kesepakatan penyerahan kepercayaan itu?

Janganlah kalian tertipu lagi oleh Sipandir (yang katanya bangsawan karena sepertinya sedarah dengan pemerkosa sum kuning). Menjadi cerdaslah kalian. Kejadian ini adalah bukti bahwa sipandir hanyalah orang bodoh yang sombong dan menganggap kalian rendah tak lebih dari sekumpulan pencuri.

Demikian ki sanak, aku sampaikan kepada kalian, baik penghuni negeri antah berantah itu, maupun kalian yang beruntung berada di luar negeri tersebut.

*nb: silakan tag atau forward tulisan ini ke orang-orang yang menurut Anda layak untuk diberi pencerahan. eh.. sekiranya tulisan ini mencerahkan menurut anda :)*