Skip navigation

Tidak usah lebay atau berlebihan menanggapi WikiLeaks,

demikian kutipan ucapan Roy Suryo terhadap isu WikiLeaks di Vivanews, yang memang sedang santer dibicarakan di dunia internasional.

Namun yang patut disoroti adalah ucapan beliau berikutnya:

Jangankan WikiLeaks, Openleaks, atau Indoleaks, situs Wikipedia saja informasinya belum tentu seratus persen dapat dipercaya karena bisa di-up load oleh siapa saja,

Tampaknya beliau tidak tahu kalau WikiLeaks itu metode editorial-nya tidak sama dengan Wikipedia, yang membebaskan setiap orang untuk mengedit artikel yang ada dalam wiki tersebut. Berbeda dengan Wikipedia, WikiLeaks tidak membebaskan sembarang orang bisa mengedit artikel yang ada di sana.

Memang sudah terlalu sering beliau mengucapkan banyak hal yang sebenarnya beliau tidak tahu atau tidak pahami, seperti yang banyak didokumentasikan di blog ini. Sayangnya, masih banyak yang tidak tahu ketidak-kompetenan anggota dewan yang terhormat ini.

57 Comments

  1. Hi Roy !

  2. Orangnya kan 68% belum buka😀

  3. Roy Suryo cocok banget jadi pelawak

  4. Lha semua website bisa di unggah oleh siapapun (yang mempunyai akses) koq .

    Roy tidak tahu padananan kata upload rupanya. Geleng2…

  5. orang kayak dia sih ilmunya ketengan (serba tanggung ngak pernah ampe kelar)
    padahal katanya melek IT e gak taunya melek sebelah

  6. mungkin loh maksudnya siapapun orgnya bisa buat situs model begituan, dan tdk bermaksud mengatakan sama tipenya dgn wikpedia. Tapi kalimat yg diberik RS bersifat ambigu.

  7. negatip amat komentarnya si roy inih

  8. ah om RS lagi-lagi berulah

  9. benar ga ya? Om roy pengetahuannya cuma segitu?
    Ckckck.

  10. Padahal menkominfo mengatakan kalau kebocoran ….

  11. Bubraah…kl ‘pakar’ nya kaya gini…

  12. sama tanah kelahirannya aja (baca: keistimewaan jogja) ‘mungkin’ dianggap sepele apa lagi masalah wikileaks..

  13. Quote kalimatnya roy suryo:
    “Jangankan WikiLeaks, Openleaks, atau Indoleaks, situs Wikipedia saja informasinya belum tentu seratus persen dapat dipercaya karena bisa di-up load oleh siapa saja.”

    sementara blog ini menulis:
    “Berbeda dengan Wikipedia, WikiLeaks tidak membebaskan sembarang orang bisa mengedit artikel yang ada di sana”

    menurut saya, roy suryo gak bilang kalo
    1. wikileaks, openleaks, indoleaks atau wikipedia memiliki metode editorial yg sama.
    2. WikiLeaks membebaskan sembarang orang bisa mengedit artikel yang ada di sana .
    gak ada bagian dari kalimat itu yg menyatakan hal hal tersebut diatas.

    (menurut saya) roy suryo ber opini:
    Wikipedia saja informasinya belum tentu seratus persen dapat dipercaya karena bisa di-up load oleh siapa saja

    (mungkin) menurut roy suryo, persamaan dari beberapa website itu tuh sama2 patut dipertanyakan kebenarannya.

    *bukan ahli bahasa
    *bukan pendukung roy suryo
    *males sama roy suryo dan males sama orang2 yg lebay & kelakuannya sama kayak roy suryo.

    • Jadi menurut anda, Roy Suryo bebas memberikan opini yang ambigu? Wartawannya lagi dong yang gampang ditembak ‘salah kutip’. Saya rasa ini bukan masalah tata bahasa. Lagipula sudah sangat jelas dia mengkomparasikan dengan Wikipedia.🙂

    • @wisnup,
      Emang dia nda bilang begitu, Tapi yang dia nyatakan persis maksudnya seperti itu. Anda nda cermat mamaknai kata “karena” disana yang fungsinya sebagai kata penutup kesimpulan.
      Contonya begini “jangankan wisnup, roy suryo aja omongannya nda bisa dipercaya, karena sama-sama bodoh”
      Ini cuma contoh, kalimat komparasi yang diakhiri dengan kesimpulan bahwa subjects di awal kalimat mempunyai nilai yang sama pada penutup kalimat. Kemudian, membandingkan wikileaks dengan wikipedia jelas2 merupakan tanda ketidaktahuan si pembicara.

      • maaf saya gabung jadi satu komentarnya, biar gak terpisah-pisah.

        • wisnup
        • Posted Januari 21, 2011 at 3:51 pm
        • Permalink

        Ngutip dari beritanya:

        “situs-situs whistle blower semacem wikileaks sangat subjektif karena sumbernya sepihak.”

        “situs Wikipedia saja informasinya belum tentu seratus persen dapat dipercaya karena bisa di-up load oleh siapa saja”

        nah. bagain mana dari kalimat tersebut diatas yang menyatakan kalo WikiLeaks itu metode editorial-nya sama dengan Wikipedia? bukannya 2 hal tersebut diatas faktanya bertentangan yah?

      • Seriously, kenapa anda potong kalimatnya?

        Jangankan WikiLeaks, Openleaks, atau Indoleaks, situs Wikipedia saja informasinya belum tentu seratus persen dapat dipercaya karena bisa di-up load oleh siapa saja

        Komparasi dilakukan jika memang ada sesuatu yang bisa dibandingkan. Sekarang, coba kalimatnya seperti ini:

        “Jangankan buat hari esok, buat hari ini saja belum tentu ada uang buat makan.”

        Ini baru komparasi yang benar, sesuatu yang bisa dikomparasi. Anda bisa lihat sendiri konteksnya membandingkan antara wikileaks dengan wikipedia itu ada di mana. Wikipedia memungkinkan saya atau anda mengubah isi artikel (jika artikel tersebut tidak sedang diproteksi), sementara wikileaks tidak membiarkan sembarang orang melakukan perubahan artikel.

        Lain kali, jangan pakai metode Roy Suryo ya, memotong bagian yang justru penting demi argumentasi anda.

        • wisnup
        • Posted Januari 21, 2011 at 5:24 pm
        • Permalink

        Anda juga pakai metode Roy Suryo ya, memotong bagian yang justru penting demi argumentasi anda. Maaf, makin lama anda makin mirip Roy Suryo juga🙂 .

        sebenernya permasalahan kita ada di paragraf ini.

        Ia menyatakan, situs-situs whistle blower semacam WikiLeaks sangat subjektif karena sumbernya sepihak. “Jangankan WikiLeaks, Openleaks, atau Indoleaks, situs Wikipedia saja informasinya belum tentu seratus persen dapat dipercaya karena bisa di-up load oleh siapa saja,”

        kalo kita cuman baca sepotong doang, maka jadi beda maknanya.
        tanpa bermaksud nyalahin wartawannya, kalo saya jadi wartawannya, saya akan nulisnya gini:

        Ia menyatakan, situs-situs whistle blower semacam WikiLeaks sangat subjektif karena sumbernya sepihak. “Jangankan WikiLeaks, Openleaks, atau Indoleaks, situs Wikipedia saja informasinya belum tentu seratus persen dapat dipercaya. Karena (Wikipedia-red) bisa di-up load oleh siapa saja,”

        kapan jeda itu ditulis jadi titik oleh wartawannya, kapan jadi koma.
        Tapi, poin saya ada sebenernya cuman di kalimat ini:

        “Tampaknya beliau tidak tahu kalau WikiLeaks itu metode editorial-nya tidak sama dengan Wikipedia.”

        nah, kalimat ini menurut saya: gak benar.🙂

      • Seperti yang saya bilang, saya hanya akan membahas sesuatu yang ada faktanya. Jadi ketika anda memunculkan “Karena (Wikipedia-red) bisa di-up load oleh siapa saja” dari imajinasi anda, sudah terlihat mana yang membahas fakta, mana yang membahas hal imajiner. Malah jadi makin terlihat siapa sebenarnya yang ngotot.

        Perhatikan contoh “Jangankan buat hari esok, buat hari ini saja belum tentu ada uang buat makan.” Apa yang dikomparasi? Jumlah uang. Buat 2 hari, yaitu hari ini, dan esok hari. Jika uang untuk hari ini tidak cukup, apalagi untuk hari esok.

        Sekarang lihat kalimat (yang asli, yang belum muncul kata hasil imajinasi anda): “Jangankan WikiLeaks, Openleaks, atau Indoleaks, situs Wikipedia saja informasinya belum tentu seratus persen dapat dipercaya karena bisa di-up load oleh siapa saja”

        Apa yang dikomparasi? “Bisa diupload oleh siapa saja”. Apakah wikipedia mudah diupload oleh siapa saja? Bisa sekali, apalagi wikileaks, openleaks dan indoleaks.

        Anda saya harap bisa mengasah kemampuan bahasa Indonesia anda lebih tajam lagi, apalagi sudah saya berikan contoh seperti di atas. Adalah hal aneh kalau hal semudah ini malah anda debatkan, dan malah makin jauh dari inti masalah.

        Btw, sadarkah anda, kalau ‘ngotot’, ‘mirip Roy Suryo’, itu saya tulis hanya meniru ungkapan anda sendiri? Hanya saja memang saya tidak meniru sampai sejauh mengarang-ngarang sesuatu yang tidak ada sebelumnya.🙂

        Dan sampai sekarang pun anda masih belum (bisa) menunjukkan mana artikel yang cuma fitnah. Ditunggu lho komentarnya.

    • km itu anjingnya roy yang suka jilat pantatnya …dasar

  14. Komen anda gak menjawab poin2 saya. Diskusinya gak berkembang klo cm gini2 terus.. Cm masalah ngotot2an, tanpa fakta.

    • Fakta bisa dibaca sendiri di tulisan di atas, kecuali kalau anda mau bahas tentang tata bahasa, yang anda sendiri masih ngotot soal ‘100%’.🙂

      Intinya, ketika dia komparasi ‘peng-upload’ wikileaks dengan wikipedia, sudah diketahui dia tidak tahu metode editorialnya wikileaks. Ini fakta, bukan ngotot.🙂

        • wisnup
        • Posted Januari 21, 2011 at 3:54 pm
        • Permalink

        di beritanya ada tulisannya gini:

        “situs-situs whistle blower semacem wikileaks sangat subjektif karena sumbernya sepihak.”

        berarti dia mustinya tahu.

        soal 100%, saya gak ngotot. tapi kalo diskusi wikileaks ini bisa clear, baru saya ntar komen, ada fakta ato fitnah.

      • Lucu. Anda masih ngotot blog ini ada fitnah, tapi anda tidak bersedia mengomentari artikel yang mana. Maaf, makin lama anda makin mirip Roy Suryo.🙂

    • Justru pertanyaan anda itu yang nda punya point, menurut/opini itu hak anda, tapi kalau mau bicara kontekstual kesampingkan dulu opini anda, buat komparasi yang arguable, layak untuk dibahas secara semantik/teknis. Nda perlu defensif pake bilang anda berdiri dimana duluan juga loh kang. :))

      • ini juga maaf saya jadikan satu, biar tidak terpisah-pisah

  15. ya kita maklumi saja “beliau”

  16. bener banget tuh, wikileaks namanya saja yg sama dg wikipedia, tapi sistemnya kan beda, gila yaaaa🙂

  17. Kalau saya cermati maksud dari kata-kata roysuryo, dia ingin mengatakan, kalau sumber informasi di wikileaks tidak 100% benar. Mungkin cara penyampaianya yang salah (saya bukan membela roy, cuma mencoba berfikir positif aja). Saya setuju dengan wisnup,

    • saya akan cenderung berhati-hati kalau mengajukan argumen ‘orangnya ingin mengatakan’ vs apa yang benar-benar tertulis. saya tidak menyanggah pendapat anda, karena kalau sudah sampai ke isi hati seseorang, siapalah yang tahu. saya hanya membahas apa yang tertulis, dan seperti yang sudah saya tulis, kalau ternyata yang tertulis berbeda dengan maksud hati, seperti biasa tinggal katakan: salah kutip!🙂

    • Benar kalau wikileaks maupun wikipedia dikatakan tidak 100% benar, karena yang 100% persen adalah Allah swt😀

      Mungkin benar juga kalau wikileaks dikatakan informasi sepihak
      Tp tidak benar kalau wikipedia dikatakan informasi sepihak. Roy sendiri bilang siapapun bisa upload (?) –mungkin maksudnya edit — artikel di wikipedia. Jadi apa yg ditulis di Wikipedia merupakan sumbangan berbagai pihak… (baik yg pro maupun yg kontra),

      Intinya, jelas gak bisa dong wikileaks disamakan dengan wikipedia, selain sistem editorialnya yg beda. Sumber informasinya pub beda….

      Silakan koreksi dirilah mana yg benar. Pakai akal sehat dan hati nurani… piss

  18. Kalau sistem editorial antara wikileaks dan wikipedia, itu bukan inti dari informasi yang ingin disampaikan oleh roysuryo. Jadi kalau salah itu hanya kekurang tahuan roysuryo.

    • inti dari informasi yang disampaikan oleh roy suryo adalah ‘karena bisa di-up load oleh siapa saja‘. sudah di-highlight dalam screen capture di atas. masalah kontroversi komparasi antara wikileaks dengan wikipedia, ya itu juga salah roy suryo sendiri yang melakukan komparasi.🙂

  19. Jujur saya juga gak suka dengan roy suryo, tapi saya melihat suatu masalah bukan atas dasar benci, kalau atas dasar benci maka kesannya adalah mencari-cari kesalahan orang,

    • jadi, selain tahu isi hati roy suryo, anda juga klaim tahu isi hati orang lain?😉

  20. menurut saya anda gak pinter tapi ngeyel dan egois, ingin mempertahankan argumen yang sebenarnya gak penting. Anda juga gak bisa melihat inti dari suatu informasi. Percuma saya berdebat dengan anda, karena hanya akan jadi emosi, kalau sudah emosi, perdebatan kita akan semakin jauh dari konteks. Dan jadi lebih gak penting lagi. trims.

    • yang menjauh dari konteks itu siapa toh mas.😀

      yang ngomong berdasarkan keinginan dan bukan berdasarkan tulisan itu anda.

      yang ngomong menulis berdasarkan benci dan mencari-cari kesalahan itu anda. ini masih dalam konteks begitu?

      yang ngomong soal saya gak pintar juga anda. apakah ini masih masuk dalam konteks?

      ada cermin di dekat anda nggak?

  21. Saya gak pernah meng-klaim kalau saya tahu isi hati roysuryo dan orang lain, itu anda yang bilang. suatu tuduhan kalau tak terbukti akan menjadi fitnah

    • haha, ok deh saya ralat. dalam tulisan anda ini, anda klaim bahwa anda sebenarnya tahu apa yang roy suryo ingin katakan, hanya saja, seperti kata anda sendiri, cara penyampaiannya salah.

      kalau cara penyampaiannya salah, apakah itu berarti maksud roy suryo menjadi benar?

  22. Kalau saya bilang anda gak pinter, egois, mencari-cari kesalahan orang dan gak penting, itu adalah fakta, cek percakapan diatas

    • ah iya, itu fakta penting yang masuk dalam konteks artikel ini? segitu pentingnya fakta ini sehingga anda perlu meninggalkan komentar bahwa saya tidak penting… eh, kok jadi kontradiktif ya?😀

      sepertinya ada yang menggali kuburannya sendiri😉

      coba ingat-ingat, anda menulis soal bahwa saya mulai jauh dari konteks. tentunya itu sudah saya jawab pula, yang mulai menjauh dari konteks ya anda sendiri. jadi pertanyaan saya masih tetap: apakah di dekat tempat anda sekarang ada cermin?😉

  23. Maaf mas, dari semua percakapan diatas, kok makin jelas kalau anda hanya orang yang pandai mencari kesalahan orang lain karena anda benci dengan orang lain, tulisan anda diatas sarat dengan kepentingan pribadi anda (ungkapan kebencian anda kepada roy suryo) sepertinya anda yang harus bercermin, karena sekarang orang sudah mulai cerdas melihat suatu masalah, yaitu mencermati dulu suatu masalah. Bukan seperti anda yang cuma mencari kesalahan.

  24. waahaha ternyata ada juga ya yang bela bela om uyo😀

  25. Upload?? Update kah maksutnya?

  26. gw bukan membela roy suryo, gw hanya orang yang tak mudah diprovokasi. Gimana kalau anda?

  27. orang bodoh adalah orang yang ikut-ikutan, tanpa tau apa tujuannya

    • jadi gimana caranya biar tidak mudah terprovokasi dan tidak bodoh? bagi tipsnya, dong. anda punya blog, kan? diisi dong biar kita bisa ikutan pinter seperti anda.🙂

  28. yang nggak ikut-ikutan plus nggak tau apa tujuannya juga nggak pintar-pintar amat kok.

  29. lha ini orangnya ada di ovj ama parto hehehe

  30. emang roy suryo lebay banget orangya🙂

  31. wakakaak.. komen disini aja ah.. pos disebelah ditutup komen gara2 ada yang ngomong kasar2 mulu dan kotor..cucian deh arief zun sapa pulak tuh mungkin anak angkat Om Roy

  32. @@

  33. Wah… tidak habis pikir ada orang yang cukup fanatik membela seseorang tanpa berpikir jernih melihat konteksnya.

    Mengingat-ingat kasus terdahulu, saya bahkan masih belum menemukan siapa yang membocorkan isi milis internal kantor ke orang luar yang tidak ada hubungannya dengan kantor tempat saya bekerja.

    Keep up the good work!

  34. kok blognya http://www.ariefzun.blogspot.com copy paste semua

  35. ​:Dωªªκªª=))ꪪꪪ:Dꪪꪪ=))


One Trackback/Pingback

  1. By Unlogic « Blogger dan Hacker on 28 Jan 2011 at 9:57 am

    […] adalah seseorang yang mengaku bukan penggemar, apalagi pembela Roy Suryo, namun berkomentar bahwa blog ini berisi fitnah. Sayangnya, sampai saat ini dia tidak pernah meninggalkan komentar kembali di sini, menjelaskan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: