Skip navigation

pertama, mari kita cerahkan dulu apa yang sebenarnya dibicarakan.

ini rekaman dari RCTI:

ini rekaman dari metroTV:

sayang yang dari metrotv tidak lengkap rekamannya (ada yang bisa menyediakan rekaman lengkapnya?). tapi jelas terlihat bahwa ruby menunjukkan bagian ATM mana saja yang perlu diwaspadai, seperti mulut ATM dan kemungkinan peletakan spycam. dari sudut pandang saya, yang ruby lakukan adalah peningkatan kewaspadaan publik tentang kemungkinan sebuah ATM dipasangi oleh alat skimmer.

sayang saya sebenarnya sudah malas nonton TV, jadi tidak tahu apakah ada lagi acara lain yang menayangkan lebih jauh atau lebih detil lagi.

cuma dulu di waktu saya kebetulan lagi di depan TV, saya pernah melihat sebuah acara investigasi pemalsuan minyak kayu putih. di acara tersebut diperlihatkan langsung para pelakunya (dengan muka disamarkan tentunya). modus operandinya dibeberkan mulai dari pengumpulan botol bekas, cara mengoplos minyak kayu putih, cara menyegel kembali botol plastiknya, dan lengkap sampai bagaimana mereka mendistribusikan ke warung-warung kecil di pinggiran kota dan pedesaan. akhir acara diperlihatkan efek dari penggunaan minyak kayu putih palsu ini: kulit akan mengalami reaksi seperti alergi, memerah dan gatal-gatal. juga dijelaskan salah satu cara mendeteksi sebelum mengoleskannya adalah dengan mengocok botol dengan keras; jika busa yang timbul lama hilangnya, kemungkinan besar itu minyak kayu putih yang palsu. saya pernah mengobrolkan hal ini di koperasi kantor, dan ternyata ibu penunggu koperasi pernah mengalaminya sendiri, mengoleskan minyak kayu putih ke anaknya, tapi malah kulit anaknya jadi merah dan gatal-gatal.

cerita di atas tentu bisa dipandang sebagai:

  1. mengedukasi masyarakat umum agar berhati-hati terhadap minyak kayu putih yang harganya terlalu murah, menimbulkan gatal-gatal jika dioles, atau jika dikocok busanya sukar hilang, ATAU;
  2. acara tersebut merupakan pendidikan gratis tentang bagaimana cara menghasilkan uang dengan cara mengoplos minyak kayu putih.

 
saya sih cenderung ke no 1 ya.

namun sayangnya, merujuk ke Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) & Standar Program Siaran (SPS):

Bagian Kelima
Pelarangan Pemberitaan Kekerasan dan Kejahatan
Pasal 29

Pemberitaan kekerasan dan kejahatan dilarang sebagai berikut:

a. menyajikan rekonstruksi yang memperlihatkan secara rinci modus dan cara-cara pembuatan alat kejahatan atau langkah-langkah operasional aksi kejahatan;

memang sebenarnya acara yang menayangkan proses pemalsuan minyak kayu putih tersebut melanggar aturan di atas. cuma, untuk kasus ruby, bisa diperdebatkan di masalah apakah rinci atau tidak, namun bagi saya, memandang kasus ruby atau bahkan minyak kayu putih tadi adalah untuk mendidik para penjahat (howto buat penjahat) adalah pandangan yang salah, seperti beda pandangan antara half empty vs half full.

cuma ada yang pernah bilang, melihat sebuah persoalan itu jangan hanya sebagian, sekarang mari kita coba lihat secara keseluruhan.

kasus ini diawali oleh tindakan roy suryo mengirimkan SMS baik ke wartawan maupun ke polisi. bisa kita lihat RS punya vested interest di sini; di berbagai sidang pengadilan yang memanggil baik RS maupun ruby sebagai saksi ahli, kesaksian RS (yang memang lebih penuh nuansa pendapat pribadi ketimbang penjelasan teknis) sering dibantah secara teknis oleh ruby. di sini bisa dilihat dengan jelas bahwa RS punya motif untuk menjelekkan ruby. bahkan dalam SMS-nya, RS berani bilang dia tidak tahu apakah ruby itu ahli atau tidak, sementara mereka berdua sudah berulang kali dipanggil dalam persidangan.

berikutnya, rekam jejak dari RS sendiri di berbagai media bahkan lebih vulgar ketimbang ruby: memperlihatkan foto-foto cabul, mempermalukan orang lain karena kesimpulan foto cabulnya yang salah (ingat kasus foto topless artika yang ternyata itu adalah foto kontes bencong thailand)? yup, RS menyatakan itu foto asli artika. jadi apa yang dikeluhkan oleh RS tentang perbuatan ruby yang baru sekali melakukannya, sudah dilakukan berulang-kali oleh RS sendiri. apalagi itu jelas dilarang dalam Pedoman Perilaku Penyiaran sendiri di Pasal 29 ayat d:

d. menyajikan materi pemberitaan yang dalam proses produksinya diketahui mengandung muatan rekayasa yang mencemarkan nama baik dan membahayakan objek pemberitaan;

saya sendiri langsung melihat ini hanyalah daya upaya dari RS untuk menjatuhkan citra ruby. dan sayangnya seorang kadiv humas polri, edward aritonang malah mendukung upaya RS ini dengan melaporkan ruby ke KPI, diiringi ancaman halus kalau memang dari KPI terbukti tayangan tersebut melanggar Pedoman Penyiaran, polisi bisa menindak-lanjuti ke kasus pidana. di siaran radio elshinta yang saya dengarkan pagi ini, edward menyatakan bahwa tayangan ruby membuat para penjahat segera mencabut alat skimmer-nya dari ATM untuk menghilangkan barang bukti. saya tidak tahu apakah ini murni pernyataan pribadi dari edward, ataukan pernyataan yang mewakili mabes polri selaku kapasitasnya sebagai kadiv humas, karena modus operandi para skimmer ATM itu adalah memasang alat skimmer-nya hanya dalam hitungan jam, untuk menghindari alat tersebut dipergoki oleh petugas yang hendak mengisi uang tunai ke mesin ATM misalnya. jadi tidak masuk akal mengajukan alasan tayangan ruby ini akan membuat penjahat menghilangkan barang bukti dari ATM.

edward sendiri menambahkan bahwa edukasi ke publik memang diperlukan, namun harus menjaga bagian-bagian yang detail tidak perlu ditayangkan. beliau memberi contoh himbauan dari polri: ketika masuk ke ATM agar waspada dan memperhatikan adanya benda yang mencurigakan di ATM. apakah himbauan ini cukup membantu? saya pribadi jelas-jelas menyatakan tidak. bagaimana kita tahu apa yang mencurigakan di ATM jika kita tidak diberitahu apa yang harus diperhatikan, seperti yang sudah ditunjukkan caranya oleh ruby?

belum lagi kenyataan bahwa pihak nasabah sebenarnya dalam posisi yang lemah ketika berhadapan dengan bank. belum ada UU dan peraturan yang melindungi proses transfer dana, jadi nasabah benar-benar tergantung pada belas kasihan dari pihak bank. namun karena ternyata banyak nasabah yang menjadi korban, dari berita radio hari jumat kemarin saya dengar kerugian telah mencapai 5 milyar rupiah dari 200 nasabah dari 1 bank, bank tentu saja memilih solusi yang paling murah: menggantikan uang nasabah yang hilang, ketimbang harus mengalami bank rush karena kehilangan kepercayaan dari nasabah yang lain, atau mengganti sistem kartu magnetik ATM ke sistem smart card, yang tentunya akan menelan biaya yang jauh lebih besar lagi. salah satu alasan yang diajukan oleh pihak bank dalam siaran radio hari jumat itu adalah di negara lain masih banyak yang menerapkan sistem kartu magnetik, sehingga dikhawatirkan sistemnya tidak akan kompatibel.

lalu siapa sebenarnya yang harus bertanggung-jawab? seperti di tulisan sebelumnya, seharusnya pihak bank yang melakukan edukasi terhadap nasabah, untuk menjaga kemungkinan pencurian data dan PIN dari ATM yang sudah terpasang alat skimmer. namun kenyataannya, justru ruby yang tampil dan mengedukasi masyarakat umum mengenai hal ini. dan seperti kata erlangga masdiana, kriminolog dari universitas indonesia, justru pihak polri dan perbankan yang seharusnya berterima kasih kepada ruby atas tayangan mengenai skimmer ATM, dan bukannya malah melakukan tindakan kontra-produktif seperti mempermasalahkan tayangan ini dan malah melaporkannya ke KPI.

31 Comments

  1. ijin share

  2. Waduh… kok jadi kayak gini yach… padahal kalo ga diperagakan orang juga ga bakalan tau gmn tuh cara kerja skimmer yg harganya 1,5 jt… .. scr masyarakata kita pendidikannya jg msh menengah ke bawah.

  3. Wow, it’s a great article. Saya membacanya sampai habis loh, meskipun panjang. Lagi rame nih topik RS dan Ruby. Buat yang sudah tahu kenyataannya, sudah jelaslah mendukung sapa… :p

  4. rasanya yg kaya beginian udah banyak tersebar di internet. walau yg skr ini adalah contoh kasus di indonesia.

  5. P3 dan SPS berlaku terhadap Lembaga Penyiaran, bukan narasumber. Ruby adalah narasumber, bukan Lembaga Penyiaran. Jadi? mengadukan Ruby ke KPI adalah salah alamat dan harus ditolak oleh KPI.

  6. semakin miris ngliat bangsa kita yang benar2 cuma peduli diri sendiri

  7. semoga para penjahat tidak terinspirasi akan tayangan ini XD…

  8. Dalam hal ini penegak hukum negara kita harus lebih bijak dan memperluas wawasan dan mencermati undang-undang agar tdk salah tafsir yg akan berakibat salah tangkap seperti kebanyakan kasus

  9. Lho, memangnya KPI dan P3 mempunyai otoritas apa terhadap narasumber. Tanggung jawab program, acara, berita (atau news feature), berada pada media. Tugas KPI mengawasi media massa. Jadi aneh kalau institusi kepolisian melaporkan nara sumber ke KPI dan mengancamkan pasal pidana, karena medianyalah yang harus bertanggung jawab atas isi acara mereka buat.

  10. Saya tidak setuju penayangan itu. Membuat waswas masyarakat dan useless. Kalaupun edukasi, harusnya untuk kalangan internal untuk meningkatkan kualitas. Okelah alasannya agar masyarakat waspada, namun apa itu wajar? Harusnya masyarakat merasa aman tentram,bukan terus dihantui kewaspadaan. dewasalah sedikit memandang masalah ini. Saya lebih setuju acara penayangan yg menginformasikan situasi rakyat negara maju yg merasa tentram krn negara melindunginya, daripada tayangan cara merampok.

    So, lantas siapa yg salah salam masalah ini? saya melihat Rubi sebagai korban! stasiun tv hrs ditindak.

    • ini salah satu contoh tayangan dari negara maju (coba cari apa bedanya dengan tayangan ruby):

      • sorry kalo saya ulang, Saya bilang saya lebih setuju acara penayangan yg menginformasikan situasi rakyat negara maju yg merasa tentram krn negara melindunginya, daripada tayangan cara merampok.
        **
        jurnalis porno/produser bokep juga gak mau kehilangan priuk nasinya hilang. mereka tentu membela diri dengan mengatakan apa yg dilakukannya adalah bentuk dari informasi. yup, Informasi bagaimana cara ngesex yg baik dan benar .😀
        Sedangkan kita semua tentu tak mau bila anak kecil menontonnya. begitupula dlm kasus ini. harus ada pemisahan kepada siapa informasi seharusnya diberikan.

      • @ershad: kalau point anda adalah pemisahan informasi, maka bisa saya bilang ignorance is bliss. makin anda tidak tahu, makin anda merasa aman. persis seperti burung unta yang tiap kali ada bahaya langsung membenamkan kepalanya ke dalam tanah dan tidak mau tahu apa yang terjadi. dan maaf, ini tidak bisa anda pelintir dengan analogi pornografi anda. kecuali jika sebuah penayangan tentang bagaimana anda bisa mewaspadai skimmer ATM membuat anda terangsang.

  11. hehehe, gamau ikutan diskusi, cuma mau menyerap infonya ajah, thx

  12. roy suryo lagii…..udah gak dipake sama media ya kyk gini jadinya

  13. Waduh rame nih, Roy Suryo dan Rubi Alsmsyah. Baru saja saya baca di blognya Yasir yang komentar sdh 65.
    Artikelnya bagus, mestinya Roy dan Ruby jangan bersaing tapi bekerja sama untuk kebaikan Indonesia.
    Tentang siaran TV yang menayangkan cara-cara membobol ATM, bagaikan pisau bermata dua bisa membuat masyarakat hati-hati di sisi lain bisa ditiru penjahat.
    Pesan saya untuk Rubi jangan sampai kepakaranya disalahgunakan, tetaplah rendah hati dan santun shg masyarakat respek pada Anda.
    Selamat untuk tulisan ini pasti akan lebih banyak yang berkunjung dan beri komentar. jendelakatatiti.wordpress.com, thanks a lot!

  14. Akhirnya selesai juga bacanya.. tapi belum bisa ikut diskusi, nyimak aja boleh khan..

  15. Dari dulupun saya sudah ngak sreg ama RS, kebanyaka ngomong, bacrittt. Padahal yang diteliti dia cuman gambar bugil doang, anak SD juga bisa…..Bertobatlah RS

    DOWNLOAD E-BOOK AKHIR ZAMAN GRATIS
    http://www.penuai.wordpress.com

  16. Bravo postingannya… brainstorming juga!

  17. perasaan modus seperti ini udah pernah saya baca di internet sebelum kejadian ini marak terjadi di negara kita tercinta… tapi kok ga di antisipasi jauh-jauh hari sebelumnya yach..?

  18. sensasi lagi nih..🙂

  19. Ibarat pisau,
    Bisa jadi buat membunuh,
    Bisa juga buat mengiris bumbu masakan,
    Lebih baik fokus bagaimana memilihkan tayangan yg tepat untuk anak² kita dan mendampingi mereka.

  20. Ya. Rakyat Indonesia semakin pintar. Kalau dulu RS yang hanya menang di media offline, masyarakat awam bisa terpukau dengan “kehebatan” RS. Sekarang di media offline sudah muncul RZA. Jadi masyarakat sudah bisa membandingkan🙂

  21. nice info gun.. slam kenal sya tunggu kunjungan dan komentarya diblog asaya:)

  22. Bersama komen ini kami mohon info dan masukan pada blog kami yang saat ini sedang sakit, mungkin diantara teman nara blog punya solusi dan obatnya

    Terima Kasih

    Salam Hangat

  23. RS jelas salah alamat. KPI pusat telah memutuskan penayangan itu tidak melanggar uu penyiaran. Cek di kpi.go.id

  24. jadi speechless saia,,,

  25. Panjang banget …
    Tapi, bravo nice post ..

  26. Wah…ngaku icon IT indonesia, ga malu tuh?? keilmuan roy suryo di bidang telematika diragukan. Orang bisanya cuma ngomentarin foto dan foto terus…anak SD juga tau itu mah. Yg paling berhak menyandang status icon IT indonesia itu Ruby Z Alamsyah, digital forensic analyst (analis forensik digital). BEDA KELAS DONG ROY SURYO DENGAN RUBY, KALO ROY MASIH SD…RUBY UDAH MAHASISWA. Ruby merupakan satu-satunya orang Indonesia sekaligus orang Indonesia pertama yang menjadi anggota International High Technology Crime Investigation Association (HTCIA). Dia juga ahli dalam cyber crime dan tindak kejahatan digital, semacam kasus pembobolan ATM yg kemarin sempat ramai.


One Trackback/Pingback

  1. By Karakter Asinan « Blogger dan Hacker on 08 Mar 2010 at 12:13 pm

    […] mendengung-dengungkan character assasination sambil melakukannya sendiri terhadap orang lain, Ruby Alamsyah […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: