Skip navigation

Arsip Kategori: logika

sebelumnya, sedikit joke:

TKP: Markas Polda Metro Jaya
Pelaku: KRMT RS
BB: desktop leptop
MO: Pelaku datang ke Markas PMJ lewat pukul 8 malam. pelaku 2-3 merestart notbuknya krn gagal mengkonekkan OHP. saat konek, pelaku membuka windows explorer yang gak maximized sepenuhnya. wallpaper notbuk pelaku jadi terpampang di OHP.
wallpaper pelaku ternyata foto pelaku sendiri yang di set tile, sehingga banyak wajah pelaku menatap hadirin dari layar OHP.
pelaku kemudian mendrag ujung bawah window agar menutup penampakan di desktop pelaku.

pelaku dijerat pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan, UU Anti Terorisme, UU Perlindungan Konsumen dan UU Lingkungan.

joke di atas menggambarkan suasana konferensi pers yang diadakan di polda metro jaya, selasa malam kemarin tanggal 24 juni 2008. berikut artikel di kompas:

Menurut Roy, video itu di-file-kan pada 2 Juni 2008 pukul 23.00. DVD yang berdurasi 39 menit 55 detik itu, masih asli dan dalam keadaan utuh. Ini terlihat dari gerakan kamera yang tidak sempat diedit. “Gambarnya masih cut to cut, belum diedit ada fade in atau fade out. Rekamannya dirol terus dan memuat peristiwa dari awal direkam hingga akhir. Bahkan sempat menge-shoot kelompok lain. Di-start pada pukul 10.00-11.00, memang tidak ada time shoot-nya. Saya tahu dari bayangan orang,” kata dia.

saya akan berusaha memaparkan beberapa keanehan dari pernyataan beliau di atas.

  1. masih asli dan dalam keadaan utuh, namun dia sendiri juga menyatakan video itu di-file-kan pada 2 Juni 2008 pukul 23.00. DVD yang berdurasi 39 menit 55 detik itu…. proses yang saya cetak tebal ini membutuhkan transfer video dari kamera, disimpan ke komputer, lalu tergantung dari tipe kameranya, harus dikonversi dulu atau transcoding ke format DVD. dari proses ini sudah banyak kesempatan untuk membuat film ini tidak lagi asli dan utuh. kalau mau benar-benar yakin, cari kaset aslinya, lalu diteliti lebih lanjut. kecuali jika ternyata tipe kameranya adalah DVD handycam, proses transfer dan transcoding tadi tidak lagi diperlukan, namun ini menjadi tidak konsisten dengan timestamp yang disebutkan tadi.
  2. Ini terlihat dari gerakan kamera yang tidak sempat diedit. “Gambarnya masih cut to cut, belum diedit ada fade in atau fade out.

    saya bukan ahli editing video, namun istilah cut to cut menggambarkan teknik editing video yang menayangkan satu adegan ke adegan lain yang berbeda (bisa perspektif atau adegan yang sama sekali berbeda) secara bergantian. banyak sutradara film yang menampilkan adegan cut to cut tanpa efek sama sekali, biasanya untuk menunjukkan sebuah objek yang dilihat dari perspektif yang berbeda-beda. jadi jika ada perpindahan antar adegan tidak ada efek, ini bukan berarti mutlak hasil rekamannya belum diedit.

    jika masih belum mengerti apa yang saya maksud, mari kita coba lihat sebuah analogi klasik pelajaran logika yang diajarkan di sekolah:

    jika hujan, maka jalanan basah.

    hujan kita analogikan kondisi A, dan jalanan basah adalah kondisi B. jadi pernyataan di atas bisa ditulis kembali sebagai:

    jika A, maka B.

    sekarang, jika jalanan basah, apakah itu berarti hujan?

    BELUM TENTU.

    jalanan bisa basah karena disiram selang air oleh tukang kebun misalnya. atau bisa jadi ada truk tangki air yang lewat dan bocor meneteskan air ke jalanan misalnya. ada banyak penyebab jalan menjadi basah selain hujan. jadi, jika jalanan basah, BELUM TENTU berarti hujan. jadi jika ada pernyataan:

    jika A, maka B.

    kalau pernyataan itu dibalik, hasilnya menjadi:

    jika B, maka belum tentu A.

    blunder yang sering dilakukan oleh roy suryo adalah sering mengabaikan pelajaran logika sederhana di atas. sebuah video yang belum pernah diedit, dan isinya adalah rekaman dari beberapa adegan yang berbeda, memang hasilnya adalah sebuah rekaman yang tidak ada efek pada cut to cut. ini juga belum tentu mutlak terjadi, ada beberapa handycam yang punya fasilitas penambahan efek pada rekaman. namun jika dilihat dari perspektif sebaliknya, sebuah rekaman video yang tidak ada penambahan efek pada cut to cut-nya, tidak bisa langsung dikatakan mutlak tidak pernah diedit sebelumnya, perlu pembuktian lebih lanjut seperti mendapatkan kaset asli video rekaman tersebut. contoh yang mungkin gampang dicerna adalah film The Blair Witch Project dan film Cloverfield, keduanya tidak menambahkan efek apapun pada cut to cut, jika menuruti cara berpikir roy suryo, apakah itu berarti kedua film tersebut masih asli dan dalam keadaan utuh, belum pernah diedit? :D

apa yang saya tulis di sini bukan berarti saya yakin rekaman video tersebut sudah diedit. saya hanya menunjukkan bahwa pembuktian ala roy suryo di atas itu tidak valid, dan jika memang pada kenyataannya nanti video tersebut memang terbukti tidak pernah diedit sebelumnya (dengan menemukan kaset rekaman aslinya dan sudah diteliti oleh pakar video editing yang asli), bukan berarti cara pembuktian ala roy suryo di atas menjadi valid.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.