Skip navigation

Arsip Kategori: indonesiana

Hari ini, tanggal 23 Juli 2009 adalah Hari Anak Nasional. Tokoh kita Roy Suryo berkomentar sehubungan dengan masalah anak ini, seperti yang dikutip di ANTARA News:

“Oleh karena itu, Insya Allah, setelah saya duduk di Senayan nanti (menjadi anggota DPR) saya akan membuat undang-undang yang bisa melindungi anak-anak dari korban pornografi, ” tegasnya.

Dari kutipan di atas, yang patut dikomentari adalah mau berapa Undang-Undang lagi yang dibutuhkan untuk menangani hal pornografi anak ini? Secara umum (lex generalis) dalam KUHP Buku Kedua ada Bab XIV – Kejahatan Terhadap Kesusilaan, lalu di Buku Ketiga ada Bab VI – Pelanggaran Kesusilaan.


Secara khusus (lex specialis), ada beberapa produk Undang-Undang yang khusus menangani hal ini, yang pertama adalah UU no. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Berikut beberapa hal yang berhubungan dengan pornografi:
Bab I Pasal 1: Perlindungan khusus adalah perlindungan yang diberikan kepada anak dalam situasi darurat, anak yang berhadapan dengan hukum, anak dari kelompok minoritas dan terisolasi, anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual, anak yang diperdagangkan, anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (napza), anak korban penculikan, penjualan, perdagangan, anak korban kekerasan baik fisik dan/atau mental, anak yang menyandang cacat, dan anak korban perlakuan salah dan penelantaran.
Bab III Pasal 13: (1) Setiap anak selama dalam pengasuhan orang tua, wali, atau pihak lain mana pun yang bertanggung jawab atas pengasuhan, berhak mendapat perlindungan dari perlakuan: a. diskriminasi; b. eksploitasi, baik ekonomi maupun seksual; c. penelantaran; d. kekejaman, kekerasan, dan penganiayaan; e. ketidakadilan; dan f. perlakuan salah lainnya.
Pasal 17 ayat 2: (2) Setiap anak yang menjadi korban atau pelaku kekerasan seksual atau yang berhadapan dengan hukum berhak dirahasiakan.


Produk Undang-Undang berikutnya malah khusus membahas masalah Pornografi, yaitu UU no. 4 tahun 2008 tentang Pornografi:
Bab II tentang Larangan dan Pembatasan Pasal 4: (1) Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang secara eksplisit memuat:
a. persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang;
b. kekerasan seksual;
c. masturbasi atau onani;
d. ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan;
e. alat kelamin; atau
f. pornografi anak.
Pasal 11: Setiap orang dilarang melibatkan anak dalam kegiatan dan/atau sebagai objek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Pasal 5, Pasal 6, Pasal 8, Pasal 9, atau Pasal 10.
Pasal 12: Setiap orang dilarang mengajak, membujuk, memanfaatkan, membiarkan, menyalahgunakan kekuasaan atau memaksa anak dalam menggunakan produk atau jasa pornografi.
Bab III tentang Perlindungan Anak Pasal 15: Setiap orang berkewajiban melindungi anak dari pengaruh pornografi dan mencegah akses anak terhadap informasi pornografi.
Pasal 16: (1) Pemerintah, lembaga sosial, lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, keluarga, dan/atau masyarakat berkewajiban memberikan pembinaan, pendampingan, serta pemulihan sosial, kesehatan fisik dan mental bagi setiap anak yang menjadi korban atau pelaku pornografi.
Pasal 37: Setiap orang yang melibatkan anak dalam kegiatan dan/atau sebagai objek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 dipidana dengan pidana yang sama dengan pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29, Pasal 30, Pasal 31, Pasal 32, Pasal 34, Pasal 35, dan Pasal 36, ditambah 1/3 (sepertiga) dari maksimum ancaman pidananya.
Pasal 38: Setiap orang yang mengajak, membujuk, memanfaatkan, membiarkan, menyalahgunakan kekuasaan, atau memaksa anak dalam menggunakan produk atau jasa pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 6 (enam) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).


Berikutnya ada UU no. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (yang sering dibangga-banggakan oleh Roy Suryo):
Bab XI tentang Ketentuan Pidana Pasal 52: (1) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) menyangkut kesusilaan atau eksploitasi seksual terhadap anak dikenakan pemberatan sepertiga dari pidana pokok.


Sudah ada contoh jelas di dunia nyata penanganan kasus pornografi anak ini, misalnya berita ini di kapanlagi.com:

Rabu, 01 Juli 2009 17:31
Kapanlagi.com – Satuan Cyber Crime Badan Reserse Kriminal Polri menangkap dua tersangka kasus pornografi anak yang menggunakan sarana internet.
Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Pol Susno Duadji di Jakarta, Rabu (01/07), mengatakan kedua tersangka itu tertangkap di Jakarta dan Yogyakarta.

Total sedikitnya ada 4 buah produk Undang-Undang yang sudah menangani masalah pornografi anak ini. Roy Suryo mau menambahkan berapa lagi?

Stupid is as stupid does.

saya baru saja mendapatkan informasi taut berita di detik, Pakar Forensik Akustik ITB: Suara Artalyta & Urip Asli, yang berisi kutipan menarik:

Beda Anda dengan tokoh-tokoh di televisi itu apa? tanya ketua hakim Mansyur Chaniago.

“Saya tidak mau menyebut nama orang tapi beda saya dengan orang yang anda sebut tadi adalah backgroundnya. Kalau saya backgroundnya memang ini tapi kalau orang yang memang anda sebut tadi setahu saya fakultasnya Fikom,” jawab Joko sambil senyum.

dan sukurlah, berdasarkan komentar-komentar yang ada di sana, tokoh tersebut bukan lagi misteri. :)

saya akan awali tulisan ini dengan mengutip KUHP, kitab undang-undang hukum pidana.

Bab XVI – Penghinaan

Pasal 310

(1) Barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

(2) Jika hal itu dilakukan dengan tulisan atau gambaran yang disiarkan, dipertunjukkan atau ditempelkan di muka umum, maka diancam karena pencemaran tertulis dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

(3) Tidak merupakan pencemaran atau pencemaran tertulis, jika perbuatan jelas dilakukan demi kepentingan umum atau karena terpaksa untuk membela diri.

Pasal 311

(1) Jika yang melakukan kejahatan pencemaran atau pencemaran tertulis dibolehkan untuk membuktikan apa yang dituduhkan itu benar, tidak membuktikannya, dan tuduhan dilakukan bertentangan dengan apa yang diketahui, maka dia diancam melakukan fitnah dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Pasal 318

(1) Barang siapa dengan sesuatu perbuatan sengaja menimbulkan secara palsu persangkaan terhadap seseorang bahwa dia melakukan suatu perbuatan pidana, diancam karena menimbulkan persangkaan palsu, dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

tribun timurProtes UU ITE, Blogger Rusak Situs Pemerintah dan Parpol
Biasa saja, tetapi yang patut dikhawatirkan adalah tindakan para blogger negatif tersebut bisa merugikan pemerintah dan siapa saja yang menjadi korban mereke (hackers),” tandas Roy Suryo yang juga aktif menjadi pengurus di Partai Demokrat ini.

indocommit maling teriak malingMana Ada Maling Teriak Maling?
Komunitas blogger diduga kuat sebagai pelaku pembobol dua situs milik Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) dan Partai Golkar belum lama ini.

Demikian penjelasan pakar telematika Roy Suryo saat dihubungi Indocommit.com pada pekan lalu. “Mana ada maling teriak maling?” sergahnya. Menurutnya, blogger di Indonesia beda dengan blogger di luar negeri.

Namun, lanjutnya, ada juga blogger yang negatif, seperti Enda Nasution. Roy menuding kemungkinan besar Enda Cs berada dibalik ‘serangan’ terhadap situs Depkominfo dan Partai Golkar.

mungkin roy suryo sedang tidak berpikir jernih, sehingga mengucapkan “mana ada maling teriak maling”. ya tentu saja, maling untuk mengalihkan perhatian ya pasti ikutan teriak maling. sepertinya yang beliau maksud adalah mana ada maling mau mengaku.

indocommit blogger hambat akses internetBlogger Hambat Mayarakat Akses Internet
Coba dilakukan survei kepada masyarakat mengenai peran blogger. Saya bisa pastikan publik sekarang ketakutan buka internet karena sikap sebagian blogger, seperti Enda Nasution yang nyeleneh,” tuturnya.

Menurutnya, blogger tidak memberikan kontribusi terhadap perkembangan teknologi informasi komunikasi (ICT) di tanah air. “Enda Cs menolak diajak menyumbangkan ide dalam penyusunan undang-undang informasi dan transaksi elektronik (ITE) sebelum undang-undang tersebut disahkan DPR,” paparnya.

indocommit air susu dibalas air tubaAir Susu Dibalas Air Tuba
Seperti telah diberitakan, pada 27 September tahun lalu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) menetapkan setiap 27 September diperingati sebagai Hari Blogger Nasional.

Namun, sekarang air susu dibalas air tuba. Blogger malah menyerang situs Depkominfo sebagai reaksi tidak puasnya mereka terhadap undang-undang informasi dan transaksi elektronik (ITE) yang belum lama ini disahkan DPR,” tuturnya.

hari blogger yang ditetapkan itu bersamaan tanggalnya dengan pelaksanaan pesta blogger 2007, yaitu 27 oktober. dan seperti pernyataan maling teriak maling, sudah tampak jelas siapa sebenarnya yang sedang mengadu domba.

UU ITE hambat bloggerUU ITE Ancam Blogger
Adapun serangan terhadap dua situs tersebut merupakan tindakan penolakan terhadap UU ITE. Pakar telematika itu mengungkapkan, komunitas blogger yang dipimpin Enda Cs hanya suka menjelek-jelekkan kinerja pihak lain, termasuk pemerintah.

Saya katakan sebenarnya. Serangan yang dilakukan blogger Indonesia yang dipimpin Enda Cs merupakan tindakan bodoh,” ucapnya.

sepertinya melakukan pengungkapan kebenaran memang tidak disukai oleh kaum penipu. sebagai contoh, saya membuat catatan tentang penipuan maxgain, dan tetap saja para penipu itu menganggap saya yang sirik, hehe.

Wawancara Radio Elshinta dengan Roy Suryo

soal bukti bahwa blogger yang melakukan perusakan:
elshinta: kalau mas suryo lihat, berkaitan dengan disahkannya undang-undang ITE ini mas, atau ada hal lain?
roy suryo: pasti, pasti. dan ini sebelumnya sudah saya duga sebelumnya kan. kalau, kalau temen-temen, mungkin elshinta juga ingat dua hari yang lalu ya, eee saya juga kirim informasi juga ke beberapa kawan, informasi saya berbunyi adalah, eee meskipun ada, eee ah meskipun nanti pasti ada tantangan dari para hacker dan para blogger, nah ini buktinya. sudah, jadi, jadi, jadi pagi ini, eee situs depkominfo ya, double you double you double you dot kominfo dot go dot id.

soal siapa saja blogger negatif itu:
roy suryo: Banyak blogger yang positif juga ya, kayak-kayak mas wimar, kemudian mas budi putra, mas wicak, mayla, pak yusril ya pak yuwono tapi, sayangnya tertutup dengan ulah para blogger lain, yang dari awal memang tujuannya hanya untuk mencela orang lain, menjelek-jelekkan kebijakan, gitu, yah sebut saja beberapa blogger awal yang kaya enda, priyadi, eko dan lain sebagainya itu yah, yang sayangnya, itu diikutin oleh blogger-blogger baru. Yang, yang trendnya kemudian kalau ngeblog itu nggak-nggak-nggak apa ya? Èèè.. Nggak afdol kalau tidak mencela pemerintah, tidak mencela orang lain, nah ini-ini yang saya-yang saya sayangkan, gitu…

ternyata yang dimaksud blogger negatif itu enda, priyadi dan saya sendiri. hore, nama saya disebut-sebut oleh selebritis. :D

Ditantang Blogger, Roy Suryo Emoh Dialog Maya
Roy memastikan siap hadir dalam acara itu secara profesional seperti layaknya acara seminar. “Tolong mereka menyiapkan tempat umum yang ilmiah seperti kampus, diliput media, dan hadir secara nyata. Saya tidak melayani diskusi maya,” tegas dosen UGM Yogyakarta itu.

pernyataan beliau di atas sepertinya dalam rangka menjawab surat terbuka dari riyogarta yang mengajak beliau melakukan dialog terbuka. yang perlu dipersiapkan tentunya adalah sponsor yang bersedia membayar tarif keprofesionalan pakar sekaliber beliau. akan tetapi, mengapa pakar telematika tidak bersedia berdiskusi di dunia telematika itu sendiri ya?

soal Enda cs
siapa sih mereka yang sering disebut sebagai Enda cs oleh beliau?
enda cs
foto diambil dari situs blog wimar witoelar.

[ TAUTAN ]

diawali dengan artikel di kompas hari selasa yang berisi celotehan roy suryo yang menyudutkan blogger dan hacker. namun anehnya artikel tersebut mendadak hilang dan digantikan dengan artikel lain, namun bisa dilihat dari komentar-komentar yang ada masih merujuk ke artikel yang lama. untung ada google cache, sehingga masih bisa dilihat isi artikel aslinya:

artikel asli kompas

 

lalu dilanjutkan dengan artikel di kompas hari jumat kemarin, lagi-lagi berisi celotehan roy suryo menyalahkan blogger dan hacker sebagai pihak yang bertanggung-jawab atas peristiwa defacing situs depkominfo dan golkar. masih ditambah dengan menantang mereka untuk merusak situs presiden dan situs partai demokrat, kalau begini sebenarnya siapa yang mengadu domba?

pada artikel-artikel tersebut sama sekali tidak terlihat usaha untuk melakukan CROSS CHECK ke blogger maupun hacker. pada ngapain wartawan kompas? apa sudah terlalu malas mencari narasumber untuk menulis berita yang berimbang, atau memang generasi kompas sekarang memang begini kredonya, percaya bulat-bulat pada satu narasumber yang bahkan isi celotehannya sangat tendensius dan isinya cuma defamation of character?

Bagi saya pribadi ini adalah tindakan pengecut para hacker dan blogger. Saya hanya korban sekunder. Korban primernya ya Depkominfo dan Partai Golkar. Hacker dan Blogger jelas ada di balik kasus ini. Karena mereka paling nggak setuju dengan pengesahan UU ITE,” ujar Roy Suryo yang dihubungi kompas.com melalui telepon.

tindakan pengecut para hacker dan blogger. berdasarkan wawancara dengan pelaku defacing, dia bukanlah blogger.

Hacker dan Blogger jelas ada di balik kasus ini. Karena mereka paling nggak setuju dengan pengesahan UU ITE. hati-hati roy suryo, anda telah menuduh tanpa bukti. kalau memang anda yakin dan tahu pelakunya adalah blogger, paparkan buktinya!

ujar Roy Suryo yang dihubungi kompas.com melalui telepon. ok, jadi wartawan kompas menghubungi roy suryo melalui telpon. lalu mana usaha wartawan kompas menghubungi para blogger? butuh yang high profile? semoga nama-nama berikut ini cukup high profile untuk kompas: juwono sudarsono, budi rahardjo, wimar witoelar, yusril ihza mahendra.

Ia menambahkan, tindakan pengecut para hacker dan blogger juga bisa dilihat dari tindakan mereka yang tidak langsung menyerang website yang supervisi oleh dirinya. “Kasihan Depkominfo, kasihan Partai Golkar. Mereka tidak salah tapi jadi sasaran mereka padahal saya nggak di belakang situs tersebut. Kenapa nggak situsnya Presiden SBY atau Partai Demokrat yang diserang dimana jelas-jelas saya menjadi supervisornya,” tambah Roy.

sungguh sebuah pernyataan yang tidak bijak. buat saya, partai demokrat jelas bukan pilihan untuk para blogger, mengingat adanya roy suryo yang punya dendam kesumat ke blogger di sana.

Saya salah satu orang yang paling keras menyuarakan UU ITE, dan itu jelas bertentangan dengan para hacker dan blogger. Mereka menganggap UU ITE melanggar prinsip kebebasan,” tegas Roy.

sejak kapan roy suryo menjadi juru bicara para blogger? bukankah para blogger tidak dianggap apa-apa oleh beliau, mengapa beliau memberikan pernyataan mengatas-namakan blogger? dan mengapa kompas menulis celotehan roy suryo tanpa sama sekali berusaha bertanya ke blogger apa sikap mereka?

lihat ada pengakuan dari sang pelaku defacing, dan di situs golkar dia meninggalkan pesan bahwa dia bukan blogger; juga cara mengontak pelaku sudah jelas terlihat pada gambar yang dia tinggalkan, mana usaha wartawan kompas untuk melakukan wawancara?

jadi, ada apa dengan kompas?

BAB VII
PERBUATAN YANG DILARANG

Pasal 27

(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Pasal 28

(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

[ TAUTAN ]

saya mendapatkan bocoran dari milis id-gmail, artikel majalah echo|zine edisi #18: interview eksklusif dengan drs suprawoto:

echo|zine exclusive interview dengan Drs Suprawoto

[ Pengantar ]

Menjelang akhir bulan Maret 2008 ini, dunia Teknologi Informasi indonesia dihebohkan pemberitaan di sahkan nya Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik oleh Dewan Perwakilan Rakyat.

Reaksi yang ditunjukkan dunia IT indonesia sangat beragam, ada pro dan ada juga yang kontra, banyak perdebatan yang terjadi termasuk komentar dibeberapa media oleh seorang yang dijuluki media sebagai pakar Telematika.

Tetapi yang menarik di sini adalah terjadinya aksi iseng terhadap dua situs Indonesia, yakni situs Departemen Komunikasi dan Informatika Indonesia
dan situs Partai Golkar yang kemungkinan dipicu oleh komentar pakar tersebut.

Setelah situs Partai Golkar menjadi korban kedua dalam aksi ini, echo|zine mencoba untuk menghubungi dan melakukan wawancara singkat terhadap pelaku dua aksi tersebut melalui email yang ditinggalkan oleh pelaku di dalam situs Partai Golkar dan Depkominfo.

[ Interview ]

Berikut ini adalah wawancara singkat echo|zine dengan Drs Suprawoto:

Q: Selamat, anda menjadi pelaku aksi iseng yang pertama kali diwawancarai oleh echo|zine.

Q: Sebelum bertanya lebih jauh, apakah bersedia mengungkapkan identitas anda? jika ya .. siapakah anda?
A: Maaf berjuta-juta maaf, saya tidak bersedia. (nama Drs Suprawoto diambil dari header email)

Q: Apa yang menjadi alasan anda untuk melakukan aksi iseng terhadap situs Depkominfo?
A: Alasan? Saya kira dari pesan yang saya tinggalkan disana sudah cukup jelas alasannya apa. :D

Q: Biasanya jika seorang attacker melakukan penyerangan terhadap website, full deface terhadap 1 halaman, nah mengapa anda hanya memposting gambar dan beberapa kalimat saja dalam situs depkominfo.go.id?
A: HAHAHA.. biar awet dan adminnya ngga sadar.. :D

Q: Sepertinya gambar yang anda posting di dalam situs depkominfo itu gambar pakar telematika Roy Suryo, apakah benar?
A: Ah masa sih anda tidak tau.. :p 68% gambar RS tuh..

Q: Alasan anda menggunakan gambar tersebut?
A: Saya kan fans beratnya beliau

Q: Pendapat anda tentang komentar beliau di media massa?
A: RS kayanya panas melihat berita seperti itu dan mungkin beliau salah ngomong, masa sih comment dia gitu banget, membawa dendam pribadi. hehehe. kalo kata cincha lawra sih “it’s annoying.. ” hahahaha

Q: OK, sekarang kita beralih ke situs golkar.or.id

Q: Alasan anda untuk melakukan aksi terhadap situs golkar?
A: Iseng aja, om RS ama om mentri kan dari kata2 nya menantang .. :p

Q: Apakah karena komentar Roy Suryo kah?
A: Yupez.. om RS n pak mentri yang punya project software antiporn.. :p

Q: Saya tertarik dengan salah satu pesan di dalam situs Golkar, mengapa ada logat artis Cinta Laura di dalam pesan tersebut?
A: Saya cuma mencoba mengikuti perkembangan real life, sekali-kali kita masukin humor dikit lah, jangan terlalu serius :D jadi yang liat juga ga terlalu panas..

Q: Pendapat anda tentang UU ITE, apakah anda mendukung adanya UU tersebut?
A: Saya mendukung banget selama masih bisa masuk di logika, tapi yang saya liat, UUnya terlalu muluk-muluk, dan banyak yang tidak jelas dan tidak men-detail.:D Menurut saya sih, belum perlu lah para petinggi negara mengurus UU seperti ini.

Q: Anda mengatakan tadi belum perlu, mengapa?
A: Masih banyak hal yang lebih penting dari UU ini, seperti internet murah dan membesarkan bandwith internet di Indonesia. Coba liat deh negara tetangga (Malaysia), bagaimana pemerintahnya bisa nge-push ISP supaya ngasih Internet murah, supaya rakyatnya ngga gaptek. Lucunya pake bilang mau hemat bandwith, emang segede apa sih borosnya bandwith di Indonesia? Keadaan Internet Indonesia aja masih parah, eeh yang beginian diurusin, kayanya sih tu petinggi juga ngga ngerti apa internet deh. Layaknya orang yang membuat UU itu pada zaman batu yang belum ada Internet. kayanya ada udang dibalik batu nih :D

Q: Harapan/Saran anda terhadap pemerintah terkait UU ITE?
A: Ya tolong ditinjau ulang saja kalo bisa ajak dan berunding dengan pakar-pakar, jangan ajak “pakar” IT :D

Q: OK, terima kasih telah bersedia menjadi narasumber kami.
A: sim-sim (warkop DKI style)

[ Penutup ]

Dari wawancara di atas, saya menyimpulkan bahwa aksi tersebut semacam protes terhadap komentar seseorang di beberapa media elektronik. Oh iya, pada aksi yang dilakukan terhadap situs Golkar, Drs Suprawoto juga menyatakan bahwa dirinya bukan seorang BLOGGER.

Pada kali ini saya berpesan kepada Drs Suprawoto untuk menyudahi aksinya :p, setidaknya aksi yang kedua sudah cukup. Untuk para administrator dan developer yang mengurus kedua situs tersebut, tolong lah dibenahi sistemnya :)

Sekian dari saya, semoga pada issue selanjutnya kami dapat menampilkan wawancara yang lebih menarik dengan tokoh-tokoh dunia Hacking & Security serta Open Source.

disalin dari blog sebelah.

apakah ini too good to be true?

di milis id-gmail, tony membahas penjelasan pasal 43 ayat 5 huruf h:

Pasal 43
(5) Penyidik Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berwenang:
h. meminta bantuan ahli yang diperlukan dalam penyidikan terhadap tindak pidana berdasarkan Undang‐Undang ini;

di penjelasan pasalnya:
Yang dimaksud dengan “ahli” adalah seseorang yang memiliki keahlian khusus di bidang Teknologi Informasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis maupun praktis mengenai pengetahuannya tersebut.

hanya saja, masih perlu dijelaskan lagi maksud kata “maupun“, apakah berarti kedua syarat tersebut di atas harus terpenuhi atau salah satu saja. kalau ternyata maksudnya bisa salah satu saja, kita terpaksa belum bisa memberikan salam perpisahan kepada pakar gadungan.

deface kominfo preview
tangkapan layar situs kominfo

 

awalnya adalah disahkannya UU ITE. lalu muncullah komentar tendensius dari roy suryo di berbagai media, yang menuduh blogger dan hacker indonesia akan melakukan serangan terhadap sistem sensor pemerintah:

Sedangkan di bagian hilir, pemerintah harus meningkatkan pendidikan terhadap masyarakat, sehingga dalam diri masyarakat muncul perlawanan yang menentang segala tindakan yang merugikan masyarakat seperti penyebaran pornografi dan informasi yang menyesatkan. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa meski telah memiliki undang-undang, yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan ada perlawanan dari para ’blogger’ dan ’hacker’ yang biasanya akan mengganggu sistem pemblokiran tersebut.

Saya yakin para blogger dan hacker pasti akan melakukan serangan terhadap sistem itu. Tetapi, kemungkinan ancaman tersebut bukan berarti melemahkan niat pemerintah,” katanya.

komentar yang sangat melecehkan dan tendensius. lalu terjadilah kasus defacing situs kominfo, menggunakan foto pakar pornotelematika yang komentar-komentar tendensiusnya sangat sering dikutip oleh berbagai media di indonesia ini. dan seperti biasa, reaksi dari roy suryo sudah terprediksi, lagi-lagi dia memanfaatkan kasus ini untuk terus menggiring opini umum bahwa blogger dan hacker yang melakukannya:

Wajah Roy Suryo muncul dalam aksi deface di situs itu. Menurut Roy, pelakunya adalah ‘mereka’.

Siapa ‘mereka’ yang dimaksud Roy? “Kelompok blogger dan hacker yang selalu bertindak negatif adalah pelakunya. Hal ini membuktikan, yang namanya blogger dan hacker Indonesia belum bisa mencerminkan citra positif,” tegas Roy kepada detikINET, Kamis (27/3/2008).

padahal kalau dilihat dari definisi deface di wikipedia, para pelakunya tidak disebut sebagai blogger, tidak sebagai hacker, tapi sebagai cracker:

http://en.wikipedia.org/wiki/Website_defacement

A website defacement is usually the substitution of the original home page by a system cracker that breaks into a web server and alters the hosted website creating one of his own.

komentar-komentar roy suryo selain sangat jelas menampakkan dendam pribadinya terhadap para blogger dan hacker, juga menunjukkan pola pikirnya yang plin-plan:

Ketika ditanya langkah apa yang bakal diambil menanggapi kejadian ini, Roy mengatakan masih menunggu action Depkominfo. “Saya gak mau terpancing, hacker dan blogger gak pernah saya anggap. Paling saya akan ada di belakang Kominfo, tunggu saja action saya,” lanjutnya, tanpa menyebut langkah yang bakal diambilnya lebih lanjut.

kalau memang “gak pernah saya anggap“, lalu mengapa selalu disebut-sebut? :D

selain itu juga terlihat sifat hipokritnya:

Depkominfo dan Indonesia Security Incident Responses Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) pun diharapkan dapat langsung bereaksi dengan mengusut si pelaku. “Jangan-jangan ada pihak ketiga yang mau mengadu domba. Ini harus dicermati hati-hati sebagai ujian pertama,” Roy menandaskan.

mengadu domba?” kok sepertinya yang mengawali adu domba ini adalah orang yang pertama kali menuduh blogger dan hacker akan menyerang sistem sensor ini?

[ UPDATE ]
entah mengapa artikel kompas yang saya taut di atas tiba-tiba berubah. untung masih ada google cache:

artikel asli kompas

 

yang aneh, walaupun artikelnya diganti, komentar-komentar yang ada masih merujuk ke artikel lama yang belum diganti. ada apa dengan kompas? di bawah ini adalah screengrab dari artikel penggantinya, silakan perhatikan komentar-komentar yang ada di bagian bawah:

artikel pengganti di kompas
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.