Skip navigation

Monthly Archives: Januari 2011

Belakangan di twitland santer sensasi @benny_israel yang mengulas soal dunia intelijen di Indonesia, walaupun tidak semua yang diulas itu benar, seperti beberapa ulasan ekonomi negara-negara luar yang didebat oleh @hotradero. Dan seperti biasa, Roy Suryo ikut menimbrung dengan komentar yang bernuansa sentimen iri dengki kepada Ruby Z Alamsyah:

@merry_mp @benny_israel “apa penyebabnya kasus Munir” Hmm .. Mengingatkan kita kepada Saksi ‘Ahli’ yg unlogic membela Muhdi PR: si Ruby ZA ☺

Sudah ada beberapa artikel di blog ini yang membahas kebencian Roy Suryo kepada Ruby Alamsyah, yang penyebab utamanya adalah kemampuan logika yang tajam dari Ruby jauh beberapa kelas di atas kemampuan logika Roy Suryo. Makanya tidak mengherankan ketika pikiran masih dikuasai emosi rasa benci, kemampuan berpikir jernih berkurang drastis, dan muncul kata-kata aneh seperti unlogic. Kemungkinan besar yang dia maksud adalah ‘tidak masuk logika’, tapi yang terketik adalah unlogic. Tidak aneh, mengingat nama mata kuliah yang diajarkan dia pun tidak masuk nalar.

Ini adalah hasil pencarian di kamus Merriam-Webster:

Dan ini adalah pencarian di kamus Oxford:

Iri dan dengki Roy Suryo tidak terbatas pada Ruby saja. Walaupun dia berkoar-koar soal demokrasi dan menegakkan kebenaran, namun ketika ada follower twitter dia berdiskusi dengan logika sederhana tentang @RoySuryoWatch, dia langsung mengancam memblokir follower itu.

Satu contoh lagi:

Hal menarik lainnya adalah seseorang yang mengaku bukan penggemar, apalagi pembela Roy Suryo, berkomentar bahwa blog ini berisi fitnah. Sayangnya, sampai saat ini dia tidak pernah meninggalkan komentar kembali di sini, menjelaskan artikel mana yang dianggap fitnah olehnya.

Definisi fitnah sudah pernah saya tulis dalam artikel sebelumnya, namun ada baiknya diingatkan kembali. Menurut kateglo, definisi fitnah adalah:

perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang (seperti menodai nama baik, merugikan kehormatan orang)

Sekali lagi saya tegaskan, semua tulisan di sini selalu didukung bukti hitam di atas putih, walaupun cuma bukti elektronik. Jadi tidak ada perkataan bohong, ataupun pernyataan yang tidak berdasarkan kebenaran yang ditulis di blog ini. Semua bukti dilengkapi dengan dengan tautan dan juga tangkapan layar, agar tidak dianggap mengada-ada.

Namun Roy Suryo beranggapan lain. Di twitter-nya, dia kerap mengingatkan orang lain bahwa blog ini hanya berisi fitnah. Saya tidak berkompeten menilai tingkat kepandaian berpikir ataupun kemampuan dia membaca, tapi mungkin saja kedua hal ini menjadi penyebab dia menganggap semua tulisan di sini adalah murni fitnah. Hanya saja, untuk seseorang yang mengaku ikut menyusun UU-ITE, dia sama sekali tidak menindak-lanjuti tuduhannya tentang fitnah yang dilakukan oleh blog ini. Setidaknya ada dua pasal yang bisa dia pergunakan jika memang dia yakin blog ini 100% fitnah, yaitu Pasal 311 KUHP dan Pasal 27 ayat 3 UU-ITE.

Pasal 311 KUHP:

Pasal 311
(1) Jika yang melakukan kejahatan pencemaran atau pencemaran tertulis dibolehkan untuk membuktikan apa yang dituduhkan itu benar, tidak membuktikannya, dan tuduhan dilakukan bertentangan dengan apa yang diketahui, maka dia diancam melakukan fitnah dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Pasal 27 ayat 3 UU-ITE:

(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Minimal ada dua pasal seperti yang sudah dikutip di atas yang bisa dia pergunakan untuk menindak-lanjuti pernyataannya bahwa blog ini 100% fitnah. Tapi sampai artikel ini ditulis, tidak ada tanda-tanda bahwa dia akan menindak-lanjutinya, baru hanya sebatas letupan kekesalan hatinya yang cuma berani dituliskan dalam status twitter. Meminjam ungkapan dalam bahasa Inggris yang sering dia kutip, time will tell™.

Di bulan Desember 2010 ternyata Roy Suryo berubah pendirian, dia membuat sebuah akun twitter @KRMTRoySuryo. Dan selayaknya orang yang hidupnya murni dari pencitraan, dia sibuk menuliskan status tentang keaslian akunnya, serta kepalsuan dari akun yang lain. Berikut adalah komentarnya terhadap akun twitter @RoySuryoWatch:

Tidak aneh, @roysuryowatch memang PALSU, karena: Isinya 100% Fitnah & Tidak Faktual, Penulisnya juga pengecut. Allah tidak sare.

Bagi yang tidak mengerti bahasa jawa, ‘Allah tidak sare’ itu maksudnya Tuhan tidak tidur. Sepertinya dia memang sangat emosi sehingga mengatakan hal-hal di atas.

Pertama, soal PALSU atau tidak. Benda dikatakan sebagai palsu jika dia merupakan sebuah tiruan atau gadungan dari sebuah benda yang ASLI. Supaya bisa dikatakan PALSU, tentunya harus ada yang ASLI terlebih dahulu. Jadi pertanyaan satu juta dolarnya adalah… RoySuryoWatch itu versi PALSU-nya siapa? Di profil RoySuryoWatch tertulis:

Saya bukan Roy Suryo, tapi akun twitter ini ASLI™.

Sudah dijelaskan dari awal bahwa RoySuryoWatch bukanlah Roy Suryo, jadi Roy Suryo tidak bisa klaim bahwa akun ini PALSU.

Kedua, klaim bahwa isi blog ini hanyalah fitnah dan tidak faktual. Menurut Kateglo, definisi fitnah adalah:

perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang (seperti menodai nama baik, merugikan kehormatan orang)

Kemudian arti faktual dari Kateglo:

berdasarkan kenyataan; mengandung kebenaran

Pembaca bisa menilai sendiri, apakah seluruh artikel yang ditulis dalam blog ini berdasarkan kebenaran atau tidak. Dari sana baru bisa disimpulkan sendiri apakah blog ini 100% fitnah atau tidak.

Paling terakhir adalah tudingan bahwa penulis blog ini pengecut. Menurut Kateglo, arti dari pengecut adalah:

1. penakut: ia menuduh aku ~ dan tidak berani menghadapi kenyataan
2. munafik

Jadi artinya adalah penakut ataupun munafik, tergantung dari konteks. Memang patut disayangkan, Roy Suryo takut berkomentar di blog ini, setidaknya untuk membela diri atau berdebat tentang fakta-fakta yang diungkapkan di sini, sampai-sampai dia salah menunjuk siapa sebenarnya yang pengecut. Dia bahkan sampai memblokir akun @RoySuryoWatch, mungkinkah dia takut diajak diskusi frontal di twitter?

Penulis sendiri sebenarnya dengan sangat sadar sedang memanfaatkan Streisand effect, sehingga makin Roy Suryo berusaha menjelekkan nama blog ini, malah berakibat blog ini semakin populer. Agak mengecewakan seorang lulusan Jurusan Komunikasi tidak menyadari hal ini, namun bisa dimaklumi, orang dalam keadaan emosi memang cenderung tidak bisa menggunakan akalnya.

Sekarang ke inti artikel ini sendiri. Judul artikel ini adalah Enterprise for Information Systems, yang menurut klaim Roy Suryo adalah judul mata kuliah yang dia ajarkan:

Sekarang mengajar “Enterprise for Information Systems” di S2 FEB UGM.

FEB UGM adalah Faculty of Economics and Business Universitas Gajah Mada. Namun yang saya tidak mengerti adalah makna dari Enterprise for Information Systems itu sendiri. Setelah melakukan googling pun saya tidak menemukan apa sebenarnya maksudnya. Kemungkinan besar dia memang tidak tahu apa yang dia ajarkan, atau sebenarnya yang dimaksud adalah Enterprise Information Systems, hanya saja mungkin dia merasa kurang trendy jika tidak ditambahkan ‘for’.

Oh ya, fakta yang ada di artikel ini berdasarkan kutipan ASLI™ tanpa rekayasa, bersumber dari twitter dia sendiri.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.