Ini terlihat dari gerakan kamera yang tidak sempat diedit. “Gambarnya masih cut to cut, belum diedit ada fade in atau fade out.
saya bukan ahli editing video, namun istilah cut to cut menggambarkan teknik editing video yang menayangkan satu adegan ke adegan lain yang berbeda (bisa perspektif atau adegan yang sama sekali berbeda) secara bergantian. banyak sutradara film yang menampilkan adegan cut to cut tanpa efek sama sekali, biasanya untuk menunjukkan sebuah objek yang dilihat dari perspektif yang berbeda-beda. jadi jika ada perpindahan antar adegan tidak ada efek, ini bukan berarti mutlak hasil rekamannya belum diedit.
jika masih belum mengerti apa yang saya maksud, mari kita coba lihat sebuah analogi klasik pelajaran logika yang diajarkan di sekolah:
jika hujan, maka jalanan basah.
hujan kita analogikan kondisi A, dan jalanan basah adalah kondisi B. jadi pernyataan di atas bisa ditulis kembali sebagai:
jika A, maka B.
sekarang, jika jalanan basah, apakah itu berarti hujan?
BELUM TENTU.
jalanan bisa basah karena disiram selang air oleh tukang kebun misalnya. atau bisa jadi ada truk tangki air yang lewat dan bocor meneteskan air ke jalanan misalnya. ada banyak penyebab jalan menjadi basah selain hujan. jadi, jika jalanan basah, BELUM TENTU berarti hujan. jadi jika ada pernyataan:
jika A, maka B.
kalau pernyataan itu dibalik, hasilnya menjadi:
jika B, maka belum tentu A.
blunder yang sering dilakukan oleh roy suryo adalah sering mengabaikan pelajaran logika sederhana di atas. sebuah video yang belum pernah diedit, dan isinya adalah rekaman dari beberapa adegan yang berbeda, memang hasilnya adalah sebuah rekaman yang tidak ada efek pada cut to cut. ini juga belum tentu mutlak terjadi, ada beberapa handycam yang punya fasilitas penambahan efek pada rekaman. namun jika dilihat dari perspektif sebaliknya, sebuah rekaman video yang tidak ada penambahan efek pada cut to cut-nya, tidak bisa langsung dikatakan mutlak tidak pernah diedit sebelumnya, perlu pembuktian lebih lanjut seperti mendapatkan kaset asli video rekaman tersebut. contoh yang mungkin gampang dicerna adalah film The Blair Witch Project dan film Cloverfield, keduanya tidak menambahkan efek apapun pada cut to cut, jika menuruti cara berpikir roy suryo, apakah itu berarti kedua film tersebut masih asli dan dalam keadaan utuh, belum pernah diedit?